TOP NEWS

berbagai kabar berita yang berguna, bermanfaat, kreatif, pionir, unik, mengandung edukasi dan menambah wawasan

Showing posts with label Quran & Hadits. Show all posts

7 Manfaat Membaca Al Quran yang Menakjubkan


Kita sebagai seorang muslim paham betul kalau Al Quran merupakan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam untuk dijadikan pedoman dan pegangan hidup seluruh umat manusia di dunia hingga akhir zaman. Jika kita perpegang teguh kepada Al Quran, sudah pasti hidup kita akan dituntun ke arah yang lebih baik untuk mendapat rahmat dan ridho Allah. Di samping mendapatkan pahala, membaca Al Quran juga banyak sekali manfaatnya yang dapat kita rasakan langsung di dunia ini. Terlebih lagi bagi mereka yang menghafal dan mengamalkan isi kandungannya. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abi Umamah ra. Ia berkata:

“Aku mendengar Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam bersabda, ‘Bacalah olehmu Al Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari akhir (kiamat) bagi para pembacanya (penghafalnya).”

Menjadi Manusia Terbaik

come2drum.wordpress.com
come2drum.wordpress.com
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam menegaskan bahwa manusia terbaik yaitu yang mau mempelajari Al Quran dan mau mengajarkannya kepada yang lain,
“Sebaik-baik kalian yaitu yang mempelajari Al Quran dan yang mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Sudah jelas sekali bahwa manusia terbaik di dunia ini bukanlah mereka yang memiliki harta yang banyak, jabatan yang tinggi atau pun ketampanan. Melainkan orang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta’alayaitu orang yang mau mempelajari Al Quran dan mengajarkannya kepada yang lain secara ikhlas.

Memberikan Kedamaian dan Ketenangan

mynote-bayu.blogspot.com
mynote-bayu.blogspot.com
Dengan membaca Al Quran, akan membuat kita merasa damai dan tenang. Hal ini sebagaimana yang Allah firmankan di dalam Al Quran surah Ar-Ra’d ayat 28, yang artinya:
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.

Mendapatkan Ketenteraman, Rahmat dan Dinaungi Para Malaikat

ecolivenews.wordpress.com
ecolivenews.wordpress.com
Dengan membaca Al Quran, Allah akan menurunkan berbagai kebaikan kepada kita, ketenteraman hati, rahmat serta dikelilingi oleh para malaikatNya. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,
Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu majlis (masjid) daripada masjid-masjid Allah, mereka membaca Al Quran dan mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenteraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisiNya.

Setiap Satu Huruf Dibalas 10 Kali Lipat

www.netpursual.com
www.netpursual.com
Kita harus meyakini bahwa setiap kali membaca Al Quran, setiap huruf yang kita baca akan diberikan pahala sepuluh kali lipat. Hal ini sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi,
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap kebaikan tersebut akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam itu satu huruf, dan Mim juga satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Mendapatkan Derajat yang Lebih Tinggi

www.destinywordoftheday.com
www.destinywordoftheday.com
Tidaklah sama orang yang mengerti tentang Al Quran dengan yang tidak. Orang-orang yang paham dengan Al Quran memiliki derajat lebih tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Hal ini sesuai dengan hadits berikut ini.
Orang yang ahli dalam Al Quran akan bersama dengan para malaikat pencatat yang mulia lagi taat. Dan orang yang terbata-bata membaca Al Quran dan dia bersusah payah mempelajarinya, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari)

Penghilang Segala Keraguan

nurulwidya.wordpress.com
nurulwidya.wordpress.com
Al Quran diturunkan ke dunia ini untuk menjelaskan mana yang sesungguhnya benar dan mana yang salah, lengkap beserta penjelasan bukti-bukti yang ada. KebenaranNya dengan sendirinya dapat menghilangkan segala keraguan.

Pembuka Pintu Rizki

dainusantara.com
dainusantara.com
Manfaat Al Quran lainnya yaitu sebagai pembuka pintu keberkahan, dapat memperkuat keimanan dan ketaqwaan serta sebagai penjagaan diri.

Inilah Tata Cara Makan Rasulullah dan Manfaat Positifnya
0

Hikmah Membaca Al-Qur'an


Hikmah Membaca Al-Qur'an ...
Membaca al-Qur’an merupakan ibadah, selain dari itu terkandung pula macam-macam tujuan dan hikmah yang luar biasa. Lima diantaranya yang akan diuraikan dibawah ini mudah-mudahan dapat memberikan dorongan kepada seorang Muslim untuk meraih fadilah membaca al-Qur’an, memperbanyak dan menyibukkan diri dengannya serta selalu bersamanya.

Mengetahui fadilah dan keutamaan membaca al-Qur'an diharapkan dapat memberikan motivasi untuk diri kita agar senantiasa menggali hikmah dibalik kitab suci Umat Islam tersebut. Uraian pada artikel di bawah diambil dari referensi keterangan Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad yang menjadi sumber petunjuk yang harus selalu menjadi pegangan.

Inilah lima diantara Hikmah membaca Al-Qur'an yang kita ketahui bersama untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat :

1. Membaca al-Qur’an untuk memperoleh ilmu
Inilah tujuan dari diturunkannya al-Qur’an yang paling penting dan paling agung serta tujuan dari perintah untuk membacanya. Bahkan termasuk rentetan pahala dari membacanya. Allah SWT berfirman :
“Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29).
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Apabila Anda menginginkan ilmu, maka bacalah al-Qur’an ini, karena di dalamnya terkandung ilmu umat terdahulu dan yang akan datang.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, VI/126).

Al-Hasan bin Ali—radhiyallahu ‘anhuma—berkata :
“Orang-orang sebelum kalian memandang bahwa al-Qur’an adalah surat-surat dari Rabb mereka, sehingga mereka mentadabburinya di waktu malam dan mencarinya di waktu siang hari.” (at-Tibyan karya Imam an-Nawawi: 28).
Sesuatu yang bisa membantu mewujudkan tujuan ini adalah hendaknya Anda membaca al-Qur’an seperti halnya seorang siswa membaca buku pelajarannya di malam ujian. Konsentrasinya penuh, dan bersiap-siap untuk diuji habis-habisan.

Kita semua dalam kehidupan ini sedang diuji melalui al-Qur’an. Di antara kita ada yang giat dan bersungguh-sungguh dan selalu mengulang-ulang kitab tersebut sehingga jawaban-jawabannya akan selalu cepat dan tepat. Ada juga yang menyepelekan, ogah-ogahan serta main-main. Dan apabila ditanya sesuatu tentang al-Qur’an, ia akan menjawab: Hah… hah! Saya tidak tahu.

Setiap situasi, peristiwa atau kondisi yang melintasi Anda, pasti pernah membuat Anda bertanya-tanya, “Adakah hal ini tertera dalam al-Qur’an? Di mana hal tersebut disebutkan dalam al-Qur’an?”

Berapa banyak kita telah membaca atau mendengar tentang orang-orang yang tersentak karena makna ayat al-Qur’an sirna dari hatinya, sehingga ia mengatakan, “Apakah ayat ini ada dalam al-Qur’an? Seolah-olah saya baru pertama kali mendengarnya.”

2. Membaca al-Qur’an untuk diamalkan
Yaitu membaca al-Qur'an dengan niat mengamalkannya; dengan niat mencari ilmu untuk diamalkan. Maka sepantasnyalah pembaca al-Qur’an berhenti di setiap ayat untuk memperhatikan apa isi yang dikandungnya; adakah perintah, atau larangan, atau keutamaan yang hendaknya ia berhias dengannya? Ataukah ada bahaya yang mengelilinginya yang harus diwaspadai?

Al-Hasan bin Ali—radhiyallahu ‘anhuma—berkata:
“Bacalah al-Qur'an sehingga bisa mencegahmu (melakukan dosa). Bila belum demikian, maka (pada hakekatnya) Anda belum membacanya.” (Kanzul ‘Ummal: I/2776).
Al-Hasan al-Bashri—rahimahullah—berkata, “Sesungguhnya al-Qur'an ini telah dibaca oleh para hamba sahaya dan anak-anak yang tidak memiliki ilmu tentang tafsirannya… Padahal sebenarnya, tadabbur ayat-ayat al-Qur'an itu hanya dengan mengikutinya. Tadabbur al-Qur'an bukan sekadar menghapal huruf-hurufnya, lalu batasan-batasannya diabaikan. Hingga salah seorang dari mereka mengatakan, “Saya telah membaca al-Qur'an seluruhnya dan saya tidak pernah meninggalkan satu huruf pun.” Namun demi Allah, ia telah meninggalkan seluruh hurufnya. Karena ia tidak mewujudkan al-Qur'an dalam akhlak dan amalannya. Bahkan salah seorang dari mereka mengatakan, “Saya mampu membaca satu surat dalam satu tarikan nafas.” Demi Allah, mereka bukanlah seorang pembaca al-Qur'an, bukan ulama, bukan ahli hikmah, dan bukan seorang yang memiliki kewibawaan. Sampai kapan para pembaca al-Qur'an berbuat seperti ini? Semoga Allah tidak menambah jumlah orang seperti mereka.”(Syu’ab al-Iman karya al-Baihaqi (II/541), al-Zuhud karya Ibnu al-Mubarak (I/274).

3. Membaca al-Qur'an untuk Bermunajat kepada AllahSeorang pembaca al-Qur'an, hendaknya merasa bahwa Allah sedang berdialog langsung dengannya dan mendengar bacaannya. Apabila ia melewati ayat yang mengandung tasbih, hendaklah ia bertasbih. Ketika melewati ayat yang mengandung ancaman, ia meminta perlindungan. Dan jika melewati ayat yang mengandung permohonan, ia pun bermohon.

Inilah gambaran bermunajat dengan al-Qur'an, yaitu bacaan yang hidup. Di mana seorang hamba sadar, apa yang sedang ia baca? Mengapa ia membacanya? Siapa yang ia ajak berbicara dengan bacaan tersebut? Apa yang ia butuhkan dari-Nya? Serta mengetahui kewajibannya terhadap al-Qur'an, yaitu mengagungkan dan menyucikannya.

4. Membaca al-Qur'an untuk Mendapatkan PahalaDari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan bahwa aliflammim adalah satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. al-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan shahih).
Masih banyak nash yang menjelaskan pahala yang besar bagi para pembaca al-Qur'an (lihat al-Fikrah, Sembilan Keutamaan Membaca al-Qur'an, edisi 07/tahun VI).

5. Membaca al-Qur'an untuk BerobatAllah Ta’ala berfirman :
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).
“Dan kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Israa’: 82).
Al-Qur'an adalah obat bagi hati dari berbagai penyakit syahwat dan syubhat serta bisikan-bisikan dengan berbagai bentuknya, baik yang memaksa maupun tidak. Al-Qur'an juga obat bagi tubuh dari berbagai penyakit. Setiap kali seorang hamba menghadirkan tujuan ini, maka ia akan mendapatkan dua obat; obat ilmu maknawi nafsi (rohani), dan obat materi untuk tubuh (jasmani), dengan izin Allah.

Dari Ali Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik obat adalah al-Qur'an.” (Silsilah al-Ahadits al-Shahihah (IV/931).

Penyembuhan dengan al-Qur'an dapat diperoleh melalui dua cara: Pertama, membacanya di waktu shalat, terutama di waktu malam yang akhir dengan menghadirkan niat berobat. Kedua, ruqyah dengan menggunakan al-Qur'an, yaitu dengan mendapatkan keutamaan membaca al-Qur'an.

Beginilah seharusnya kita berinteraksi dengan al-Qur'an. Al-Qur'an adalah mudah bagi setiap orang yang benar dalam berinteraksi dengannya dan bersungguh-sugguh dalam mempelajari ilmunya dan mengamalkannya. Mari kita menggali hikmah membaca Al-Qur'an!. Wallahu Waliyyut Taufiq

0

Mengantisipasi Tipu Daya Dunia

Oleh Ustadz Muhammad Thalib
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَوْ رَأَيْتُمُ الْاَجَلَ وَمَسِيْرَهُ لَاَبْغَضْتُمُ اْلاَمَلَ وَغُرُوْرَهُ ، وَمَا مِنْ أَهْلِ بَيْتٍ إِلاَّ وَمَلَكُ الْمَوْتِ يَتَعَاهَدُهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّتَيْنِ ، فَمَنْ وَجَدَهُ قَدِ انْقَضَى أَجَلُهُ قَبَضَ رُوْحَهُ ، فَإِذَا بَكَى أَهْلُهُ وَجَزَعُوْا قَالَ :لِمَ تَبْكُوْنَ ؟ وَلمَ تَجْزَعُوْنَ ؟ فَوَ اللهِ مَا نَقَصْتُ لَكُمْ عُمُرًا وَلاَ حَبَسْتُ لَكُمْ رِزْقًا ! مَا لِي ذَنْبٌ ، وَإِنَّ لِي فِيْكُمْ لَعَوْدَةٌ ثُمَّ عَوْدَةٌثُمَّ عَوْدَةٌ حَتَّى لاَ أُبْقِي مِنْكُمْ أَحَدًا . (الديلمي – عن زيد بن ثابت)
“Sekiranya kalian dapat melihat jarak antara ajal dengan diri kalian, pasti kalian membenci angan-angan dan tipu daya dunia. Tidak ada sebuah rumah pun tanpa kehadiran malaikat secara rutin ke rumah itu dua kali setiap hari. Bila seseorang dari keluarga di rumah itu telah sampai ajalnya, maka malaikat mencabut nyawanya. Jika ada keluarganya yang menangis dan bersedih, maka malaikat berkataMengapa kalian menangis dan bersedih? Demi Allah, saya tidak mengurangi umurmu dan tidak juga merampas rezekimu. Aku tidak punya dosa terhadap dirimu. Aku akan datang secara berkala kepada kalian sehingga tidak aku sisakan seorang pun di antara kalian, melainkan pasti aku cabut nyawanya. (HR. Dailami dari Zaid bin Tsabit)
Manusia tidak diberi kemampuan oleh Allah untuk dapat melihat jarak antara dirinya dengan ajalnya. Tujuannya agar manusia tidak hidup dalam kondisi ketakutan terus- menerus. Sebab kondisi ketakutan yang mencengkeram jiwa manusia mengakibatkan rasa putus asa, tidak punya semangat hidup, tidak punya cita-cita bahkan tidak punya selera untuk makan sekalipun. Artinya manusia akan kehilangan selera dan daya tahan hidup.
Lalu apa fungsi manusia dijadikan lupa terhadap kematiannya? Hal ini terjawab dengan sendirinya dalam hadits di atas, yaitu supaya manusia memiliki angan-angan dan harapan-harapan palsu. Dengan adanya angan-angan dan harapan palsu pada diri manusia, muncul semangat yang berlebihan untuk mengejar kesenangan dunia dan melupakan akhirat. Hal inilah yang Allah peringatkan dalam firman-Nya:
Wahai Muhammad, janganlah kamu tertipu oleh keberhasilan usaha orang-orang kafir yang mendatang­kankeuntungan besar di Madinah. Semua keberhasilan itu hanyalah kesenangan sementara bagi mereka di dunia. Kemudian di akhirat kelak, tempat tinggal mereka adalah neraka Jahanam. Neraka Jahanam adalah seburuk-buruk tempat tinggal.” (QS. Ali’Imran [3]: 196-197)
Pada ayat di atas dijelaskan bahwa, seorang Nabi pun tidak terlepas dari peringatan Allah untuk tidak tertipu oleh pola hidup orang-orang kafir yang dituntun oleh angan-angan dan harapan-harapan palsu dalam mengejar kesenangan dunia. Sebab gara-gara angan-angan dan harapan-harapan palsu inilah orang-orang kafir dengan sengaja melupakan akhirat. Akibat melupakan akhirat dan mengejar kesenangan duniawi sepuasnya, membuat orang-orang kafir merasa enjoy saja melakukan segala macam bentuk perbuatan dosa dari yang kecil sampai yang besar. Bahkan tidak sedikit orang yang mengaku muslim, pandai baca Al-Qur`an, mahir membaca hadits, tidak mampu menghindarkan dirinya dari tipuan angan–angan dan gemerlapnya kemewahan dunia.
Sebagai contoh konkret, Menteri Agama Said Agil Husein Al Munawar dan presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq yang terkena musibah penjara kasus korupsi. Mengapa kedua orang ini kita sebut dalam artikel ini? Hal ini untuk menjadi pelajaran, bahwa kepakaran seseorang dalam bidang Al-Qur`an dan hadits sekalipun, kalau mengikuti angan-angan dan harapan palsu, pasti akan lupa akhirat, sehingga enjoy melakukan perbuatan dosa besar.
Hadits di atas dengan tegas mengingatkan setiap manusia, muslim maupun kafir, bahwa mereka senantiasa dikunjungi oleh malaikat maut setiap hari dua kali.
Ketika tiba ajalnya, malaikat maut ini tanpa basa-basi langsung mencabut nyawa yang bersangkutan. Ketika keluarga sang mayit menangis dan bersedih, malaikat maut pun berkata:
“Kenapa kalian menangis dan bersedih. Demi Allah, saya tidak mengurangi umurmu dan tidak juga merampas rezekimu. Aku tidak punya dosa terhadap dirimu. Aku akan datang secara berkala kepada kalian sehingga tidak aku sisakan seorang pun di antara kalian, melainkan pasti aku cabut nyawanya.”
Setiap orang sudah diberi waktu cukup lama untuk menyiapkan diri dengan amal shalih guna kepulangan dirinya ke akhirat. Tetapi kenapa manusia mengabaikan?

Indonesia Dalam Perspektif Konstitusi dan Kitab Suci
0