Agama Islam telah mensyari’atkan kepada umatnya untuk selalu berdoa kepada Allah. Baik itu untuk diri sendiri maupun keluarga, orang tua, bahkan sesama muslim dan mukminin dimanapun keberadaannya. Para ulama juga telah sepakat bahwa untuk berbuat baik, taat dan berbakti kepada orang tua hukumnya wajib.
Berbuat baik kepada orang tua sebenarnya tidak hanya pada saat mereka masih hidup, namun jika telah meninggal kamu juga dapat berbuat baik kok. Dengan cara mendoakan mereka agar selalu diberikan rahmat serta perlindungan oleh Allah di alam kuburnya.
Diriwayatkan Abu Daud dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As Sa’idi ia berkata: “Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari bani Salamah datang kepada beliau. Laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada ruang untuk aku berbuat baik kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal?” beliau menjawab: “Ya. Mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan wasiatnya, menyambung jalinan silaturahim mereka dan memuliakan teman mereka.” Walaupun hadits ini lemah, namun dapat hal ini bisa kamu amalkan.
Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Adalah Amalan yang Paling Utama
funmozar.com
Berbakti kepada kedua orang adalah sebuah amalan yang paling utama. Hal ini berlandaskan hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim,
سَأَلْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ
“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amalan apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku melanjutkan, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Lalu aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”
Tahukah kamu bahwa berbakti kepada kedua orang tua juga senilai dengan jihad fii sabillah. Hal ini berdasarkan hadits Nabi yang menganjurkan bagi orang yang ingin berjihad untuk berbakti kepada orang tuanya.
Hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Ash ia berkata,
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَاسْتَأْذَنَهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَىٌّ وَالِدَاكَ . قَالَ نَعَمْ . قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu meminta kepada beliau untuk berjihad. Maka beliau bersabda, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” ia menjawab, “Ya.” Beliau pun bersabda, “Maka bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada keduanya.”
Mendapatkan Surga
tazakhobor.org
Ungkapan surga di bawah kaki ibu adalah ungkapan yang datang dari Rasulullah dan menunjukkan betapa besarnya keutamaan berbakti kepada ibu.
Jahimah pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku ingin berperang dan sungguh aku datang untuk meminta pendapatmu.” Beliau bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu?”Ia menjawab, “Ya.” Maka beliau pun bersabda, “Tetaplah bersamanya karena sesungguhnya surga ada di kakinya.”
Artinya: Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.
Doa ini dapat kamu bacakan setelah habis sholat fardu maupun sholat sunnah. Serta bacalah setiap hari agar Allah dapat mengabulkan doa kamu. Karena doa anak sholeh itu di ijabah oleh Allah.
Doa Setelah Sholat, Lengkap Beserta Arti dan Penjelasannya
Seusai menunaikan shalat, kita kemudian akan melakukan dzikir dan doa. Seperti apakah doa sesudah shalat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Berikut ini beberapa bacaan dzikir seperti yang tercantum dalam hadits.
Membaca Istighfar
pesantrenonline.or.id
Bacalah bacaan berikut ini seusai melaksanakan shalat:
Artinya: “Saya memohon ampun kepada Allah.(3x) Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”
Hal ini seperti hadits dalam HR. Muslim no.591 (135), Ahmad (V/275,279), Abu Dawud no.1513, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah no.737, ad-Darimi I/311 dan Ibnu Majah no.928 dari Sahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu.
Artinya: “Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.”
Tuntunan ini seperti tercantum dalam HR. Al-Bukhari no.844 dan Muslim no.593, Abu Dawud no.1505, Ahmad IV/245, 247, 250, 254, 255, Ibnu Khuzaimah no.742, ad-Darimi I/311, dan An-Nasa-i III/70,71, dari Al-Mughirah bin Syu’bah.
BACA JUGA:7 Cara Jitu Menghafal Juz Amma, Agar Bacaan Sholatmu Nggak Itu-itu Aja
Dalam keterangan HR. Muslim no.594, Ahmad IV/ 4, 5, Abu Dawud no. 1506, 1507, an- Nasa-i III/70, Ibnu Khuzaimah no.740, 741, Dari ’Abdullah bin az-Zubair Rahimahullah, dijelaskan untuk membaca sebagai berikut.
Artinya: “Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”
Membaca Dzikir ini 10x Seusai Shalat Maghrib dan Shubuh
faisalchoir.blogspot.com
Dalam keterangan HR. Ahmad IV/227, at-Tirmidzi no.3474. disebutkan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa setelah shalat Maghrib dan Shubuh membaca ‘Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir,’ sebanyak 10x Allah akan tulis setiap satu kali 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, Allah lindungi dari setiap kejelekan, dan Allah lindungi dari godaan syetan yang terkutuk.”
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar Sebanyak 33x
majalahamanu.com
Dalam keterangan HR. Muslim no.597, Ahmad II/371,483, Ibnu Khuzaimah no.750 dan al-Baihaqi II/187 disebutkan: “Barangsiapa membaca kalimat tersebut setiap selesai shalat, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti buih di lautan.”
Adapun kalimat yang dimaksud adalah sebagai berikut:
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Membaca Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas
momin.com
Dalam keterangan HR Abu Dawud no.1523, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah no.755 dan Hakim I/253 dianjurkan untuk membaca Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas.
Dalam HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah’ no.100 dan Ibnus Sunni no.124 dari Abu Umamah rahimahullah, yang dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani, terdapat hadits yang berbunyi: “Barangsiapa yang membacanya setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk Surga selain kematian.”
Adapun bacaan Ayat Kursi itu sebagai berikut:
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qoyyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ’indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ’ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ’azhiim.
Artinya: ”Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Ya, itulah tadi beberapa bacaan doa sesudah shalat yang terdapat dasarnya dalam hadits. Dengan mengamalkannya, semoga kita semua selalu mendapat keberkahan dari Allah di dunia maupun akhirat.
Sholat menurut para pakar bahasa adalah doa. Sholat diartikan dengan doa, karena pada hakikatnya sholat adalah sebuah hubungan vertikal antara hamba dan Tuhannya. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Nabi SAW, yang artinya: “sesungguhnya seorang hamba, apabila ia berdiri untuk melaksanakan sholat, tidak lain ia berbisik pada Tuhannya. Maka hendaklah masing-masing di antara kalian memperhatikan kepada siapa dia berbisik”.
Secara istilah, sholat adalah sebuah ibadah yang terdiri dari beberapa perkataan dan perbuatan yang telah ditentukan aturannya yang dimulai dari takbiratul ihram dan akhiri dengan salam. Untuk memahami lebih jauh, sholat adalah rumusan dari apa yang disabdakan Nabi SAW, yang artinya: “Sholatlah kalian, sebagaimana kalian melihat aku sholat”. Dengan hal ini dalam pelaksanaan sholat itu sendiri harus mengikuti sebagaimana Nabi SAW melakukan sholat dan mencontoh semuanya. Mulai bacaan hingga gerakan di dalamnya, sehingga tidak ada lagi gerakan tambahan ataupun inovasi dalam praktik sholat itu sendiri.
Nah, setelah melakakukan sholat diwajibkan bagi setiap orang untuk berdoa. Karena hubungan antara engkau dengan tuhanmu lah, bisa terjalin lewat doa-doa tersebut. Seorang hamba juga harus berdoa kepada Allah, karena ketidakmampuannya dalam menjalani semua masalah didunia ini. Berikut ini adalah kumpulan doa-doa setelah sholat fardhu (wajib).
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu”.
“Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya”.
“Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepadaMu, kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (Berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab”.
“Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yanag tak terkabul”.
“Wahai Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat islam”.
“Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang”.
“Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam”.
Itulah doa-doa yang dapat kamu baca setelah melaksanakan sholat fardhu (wajib). Sebaiknya hafalkan dan bacalah setiap hari karena dengan mengamalkannya setiap hari Insyaa Allah akan diijabah oleh Allah SWT.
Doa setelah sholat merupakan masalah ijtihadiyah, yang masih terdapat perselisihan ulama di dalamnya. Kerancuan terjadi mengenai perkara bacaan doa dan mengangkat tangan sesudah shalat. Sabda Nabi saw.
“Aku wasiatkan padamu wahai Mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan untuk berdo’a setiap akhir shalat : Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik. [Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. Abu Daud)
Untuk memahami arti dari ‘akhir shalat’, para ulama menjelaskan bahwa akhir shalat kadang bermakna sebelum salam dan kadang pula bermakna sesudah salam.
1. Setelah tasyahud, sebelum salam adalah letak kita dianjurkan untuk berdo’a.
Mayoritas hadits menunjukkan bahwa yang dimaksud akhir shalat yaitu akhir shalat sebelum salam jika hal ini berkaitan dengan do’a. Rasulullah saw. pernah mengajarkan tasyahud pada Ibnu Mas’ud, lalu beliau saw. bersabda,
“Janganlah engkau tinggalkan untuk berdo’a setiap akhir shalat [1] : Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik. [Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. An Nasa’i, Abu Daud) Contoh lain diajarkan oleh Sa’ad bin Abi Waqosh ra.
“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung pada-Mu dari hati yang lemah, aku berlindung dari dikembalikan ke umur yang jelek, aku berlindung kepada-Mu dari musibah dunia dan aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur.”
2. Setelah shalat, sesudah salam adalah letak kita dianjurkan untuk berdzikir.
Adapun letak bacaan dzikir adalah setelah shalat, setelah salam. Urutannya adalah sebagai berikut
Membaca dzikir yang setelah salam, dapat membaca dzikir berikut: Astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah. Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta yaa dzal jalali wal ikrom. Dzikir tersebut dibaca oleh imam, makmum maupun orang yang shalat sendirian (munfarid).
Setelah itu imam berbalik ke arah makmum sambil menghadapkan wajahnya ke arah mereka.
Kemudian imam, makmum, atau orang yang shalat sendirian membaca dzikir : Laa ilaha illalah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya’in qodir, laa hawla quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah, lahun ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsana’ul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishina lahud din wa law karihal kaafirun. Allahumma laa mani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya lima mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
Kemudian menggenapkan bacaan dzikir tersebut menjadi seratus dengan membaca : Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli sya’in qodir.
Dianjurkan setelah membaca dzikir-dzikir ini agar membaca ayat kursi satu kali secara lirih (sirr). Lalu setelah itu membaca qul huwallahu ahad (Al-Iklas) dan al maw’idzatain (Al Falaq dan An Naas) masing-masing satu kali setelah selesai shalat; kecuali untuk shalat maghrib dan shubuh, ketiga surat ini dibaca masing-masing sebanyak tiga kali.
Dianjurkan pula bagi setiap muslim dan muslimah setelah selesai shalat maghrib dan shubuh untuk membaca dzikir: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli sya’in qodir, dibaca sebanyak sepuluh kali sebagai tambahan dari bacaan-bacaan dzikir tadi, sebelum membaca ayat kursi, sebelum membaca tiga surat tadi.
Amalan seperti ini terdapat dalam hadits yang shohih.
Hukum Mengangkat Tangan untuk Berdo’a Sesudah Shalat Fardhu
Posisi mengangkat tangan ketika berdo’a merupakan salah satu sebab terkabulnya do’a. Namun, hal ini tidak berlaku pada setiap kondisi. Berikut adalah penjelasan Syaikh Ibnu Baz mengenai hukum mengangkat tangan ketika berdo’a sesudah shalat. Beliau -rahimahullah- dalam Majmu’ Fatawanya mengatakan: Tidak disyari’atkan untuk mengangkat kedua tangan (ketika berdo’a) pada kondisi yang kita tidak temukan di masa Nabi saw. mengangkat tangan pada saat itu. Contohnya adalah berdo’a ketika selesai shalat lima waktu, ketika duduk di antara dua sujud dan ketika berdo’a sebelum salam, juga ketika khutbah jum’at atau shalat ‘ied. Dalam kondisi seperti ini hendaknya kita tidak mengangkat tangan (ketika berdo’a) karena Nabi saw. tidak melakukan demikian. Akan tetapi, ketika meminta hujan pada saat khutbah jum’at atau khutbah ‘ied, maka disyariatkan untuk mengangkat tangan sebagaimana dilakukan oleh Nabi saw.
Adapun hadits yang masyhur (sudah tersohor di tengah-tengah umat) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di dalam shalat, seharusnya engkau merendahkan diri dan khusyu’. Lalu hendaknya engkau mengangkat kedua tanganmu (sesudah shalat), lalu katakanlah : Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!” Hadits ini adalah hadits yang dho’if (lemah), sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Ibnu Rajab dan ulama lainnya.
Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.
*disarikan dari beberapa sumber
Sholat dhuha adalah sholat sunah yang terdapat banyak sekali keutamaannya. Selain kamu mendapat pahala jika mengerjakannya, sholat dhuha juga bisa sebagai alat untuk membayar hutang kepada Allah SWT loh. Hutang apa? Hutang atas nikmat yang Allah berikan kepada kamu setiap hari, setiap jam, setiap menit dan bahkan setiap detiknya.
Bukankah kamu bernafas setiap dengan menghirup udara yag segar setiap harinya? Lalu itu semua dari mana kalau bukan dari Allah SWT. Begitu juga semua nikmat yang ada di dibumi ataupun di tubuh kamu, baik itu nikmat mata, nikmat sehat dan nikmat lainnya.
Dalam sebuah hadits Hadits Riwayat Muslim, no. 1181 dikatakan:
Yang artinya:
Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma’rud adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (sholat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.
Doa Sholat Dhuha
Yang artinya:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”
Setelah kamu mengetahui tentang bacaan doa setelah sholat dhuha, kamu juga harus mengetahui keutamaan dari sholat dhuha tersebut. Karena jika kamu mengetahui keutamaan sholat dhuha, maka kamu akan lebih rajin lagi dalam melaksanakan sholat dhuha. Baik itu dua rakat, empat rakaat, delapan rakaat, maupun dua belas rakaat. Baiklah mari disimak ya.
Wasiat Rasulullah Agar Dikerjakan Setiap Hari
cloudfront.net
Dalam hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:
أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ
“Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), sholat Dhuha dua rakaat dan sholat witir sebelum tidur”
Sebagai umat Nabi Muhammad yang baik, selayaknya melakukan sholat dhuha setiap hari. Karena Nabi sendiri yang mewasiatkan kepada umatnya.
Sholat Dhuha Adalah Sholat Awwabin
mostresource.org
Dalam hadits riwayat Ibnu Khuzaimah riwayat ini shahih bahwa dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:
أوصاني خليلي بثلاث لست بتاركهن أن لا أنام إلا على وتر وأن لا أدع ركعتي الضحى فإنها صلاة الأوابين وصيام ثلاثة أيام من كل شهر
“Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan sholat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat sholat Dhuha karena ia adalah sholat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan”
Awwabin adalah orang-orang yang taat. Orang awwabin ini merutinkan sholat dhuha, dengan begitu orang yang melakukan sholat dhuha dicatat sebagai orang-orang yang taat kepada Allah SWT.
Hal ini disebabkan karena ditubuh manusia terdapat sendi-sendi yang harus disedekahkan. Hal ini juga berkaitan dengan hadits yang disabdakan Rasulullah dalam hadits riwayat Muslim, sebagai berikut:
“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan sholat dhuha dua rakaat.”
Hal ini menunjukan bahwa seorang hamba yang taat dan baik harus melakukan sholat dhuha, baik itu dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat, maupun dua belas rakaat.
Sholat Dhuha 4 Rakat Membawakan Kucukupan Sepanjang Hari
hivhealthreform.org
Jika kamu mengerjakan sholat dhuha empat rakaat maka Allah akan mencukupkan kehidupan kamu sepanjang hari. Hal ini berkaitan dengan apa yang sabdakan Rasulullah dalam hadits riwayat Ahmad, sebagai berikut:
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”
Nah, jika kamu ingin Allah cukupkan kebutuhan kamu sepanjang hari maka sholatlah 4 rakat sholat dhuha.
Sholat Dhuha Adalah Ghanimah Terbanyak
savingthrowshow.com
Pada suatu hari Rasulullah SAW mendengar para sahabatnya membicarakan tentang ghanimah, maka sontak Rasul pun memberitahukan kepada sahabatnya amal yang dapat memberikan ghanimah lebih banyak daripada ghanimah yang mereka peroleh. Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad, hadits ini hasan shahih.
“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan sholat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak dan kembalinya lebih cepat”
Hal ini pun dapat menjelaskan bahwa dengan mengerjakan sholat dhuha akan mendapatkan rezeki. Siapa saja yang mengerjakan sholat dhuha, maka mereka akan mendapatkan rezeki baik itu dari keberkahannya maupun dari banyaknya harta itu. Wallahu’alam
Salah satu dzikir yang sifatnya muqayyad adalah dzikir yang dilaksanakan setelah salam dari shalat wajib. Setelah selesai menjalankan sholat, maka kita disunnahkan untuk melakukan dzikir. Jadi, selesai shalat tidak langsung pergi. Bagaimana bacaan dzikir setelah shalat, berikut lafadz-nya.
“Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, tidak ada tuhan melainkan Dia, yang senantiasa hidup lagi mengurus segala sesuatu dengan sendiri-Nya, dan saya bertobat kepada-Nya.”
Bacaan Kedua
dakwahislam.net
لآ إله إلاّ الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد يحي ويميت وهو على كلّ شيء قدير
“Tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang mempunyai kekuasaan dan kerajaan yang memerintahkan, dan bagi-Nya segala puji-pujian yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.”
Allohumma antassalam, waminkassalam, wa ilaika ya’uudussalam, fahayinaa Robbana bissalam, wa adkhilnal jannata darossalam, tabarokta Robbanaa wata a’laita yaa dzaljalali wal ikraam.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan daripada-Mulah kesejahteraan itu dan kepada-Mulah akan kembali lagi segala kesejahteraan itu. Ya Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan sejahtera. Dan masukkanlah kami ke dalam surga kampung kesejahteraan.
Engkaulah yang kuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang maha Tinggi, wahai Zat yang memeliki keagungan dan kemuliaan.”
Allohu Laa iaaha illaa huwalkhoyyul qoyuum, laa ta’ khudzuhuu sinatuw walaa naum, lahu maa fiissamaawaati wa maa fil ardhi, mandzaalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum, wa laa yukhithuuna bisyai’in min ‘ilmihi illa bi maasyaaa’i, wasi’a kursiyyuhussamaawaati wal ardho, waa ya’uduhuu khifzuhumaa wahuwal a’liyul a’zhiim.
Artinya:
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunnyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.
Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sedikit pun dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Bacaan Kelima
arhlibrary.com
إلهي ربّي أنت مولانا
Ilaahii robbii anta maulaanaa
Artinya:
“wahai Tuhan kami.”
Bacaan Keenam
www.madaniwallpaper.com
سبحان الله 33 x
Subhanalloh (33x)
Artinya:
“Maha Suci Allah.”
Bacaan Ketujuh
fineartamerica.com
الحمد لله 33 x
Alhamdulillah (33x)
Artinya:
“Segala puji bagi Allah.”
Bacaan Delapan
genius.com
الله أكبر 33 x
Allahu Akbar (33x)
Artinya:
“Allah Maha Besar.”
Bacaan Kesembilan
www.islamicdesktop.net
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا , لآ إله إلاّ الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد يحي ويميت وهو على كلّ شيء قدير, لاحول ولا قوّة إلاّ بالله العليّ العظيم, أستغفر الله العظيم, أستغفر الله العظيم, إنّ الله غفور رحيم
Allahuakbar kabiiran wal hamdulillahi katsiiran wasubhaanallaahi bukratan wa ashiilaa.
Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa alaa kullisyai in qadiir.
Artinya:
“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan puji yang banyak. Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki kekuasaan dan bagi-nya lah segala puji. Zat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia berkuasa atas segala sesuatu.”
Kamu bisa membaca semua dzikir ini atau memilih beberapa saja. Urutannya pun tidak harus seperti itu.